Tradisi Unik Sambut Lebaran Dengan Adu Sound System

Tradisi Unik Sambut Lebaran Dengan Adu Sound System

Akusaraprosound – Nonton konser music bisa jadi sangat menyenangkan, sayangnya tiket music yang dijual untuk festival atau konser music itu tidak murah, beberapa orang bahkan harus berdiri di sisiĀ  yang dekat dengan sound system. Masalahnya adalah suara yang dikeluarkan dari speaker sound system sangatlah keras, apalagi jika itu adalah konser rock jadi akan sangat memekakan telinga, akan lebih baik bila tidak berdiri dekat dengan sound system.

Bicara tentang sound system dan pertunjukkan, mungkin tidak banyak orang yang tahu jika di Desa Sumbersewu Muncar ada satu tradisi menyambut lebaran yang sangat unik yaitu adu sound system.

Sound system disewa komunitas pemuda disekitar Kecamatan Muncar secara swadaya, jadi harga sewa yang dipatok dapat sangat fantastis di mana harga satu set sound system yang disewa bisa sampai puluhan juta.

Satu set sound system oleh para pemuda timur pasar komis Bagorejo dari Kecamatan Srono mereka sengaja menyewa sound system hingga mengeluarkan dana sekitar Rp. 30 juta untuk menghadirkan sound system idola music yang asalnya dari Blitar.

Adu sound system dimulai dari siang sampai sore hari, dan masing-masing truk akan memutar music bergantian diiringi dengan sorak sorai para pendukungnya. Di acara ini ribuan orang akan berkumpul tepat di tengah-tengah lapangan sementara itu puluhan truk akan diparkir mengelilingi lapangan yang ada di tengah desa Sumbersewu Muncar.

Di acara ini memang tidak ada yang menang dan juga kalah karena meskipun dinamakan sebagai adu, namun acara ini bukanlah perlombaan, jadi intinya cuma buat senang-senang saja namun biasanya jika disini dilihat ada yang bagus maka akan mendatangkan banyak keuntungan karena akan banyak orang yang mulai memesan.

Setelah acara adu sound system ini selesai, maka mereka akan mulai takbiran sampai tengah malam. Tradisi takbiran memakai sound system sudah ada mulai tahun 1980-an, akan tetapi kebiasaan memakai sound system dengan kekuatan dari ribuan watt itu sudah ada sejak tahun 2000-an. Maka tidak heran jika kegiatan ini masih ada sampai sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *