Kenali gejala anak autis Dengan ADHD sejak dini

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau lebih dikenal Hiperaktivitas adalah gangguan yang dialami anak sehingga mereka melakukan banyak aktivitas, susah diperintah ketika harus menghentikan sesuatu, dan masalah lain. Sedangkan, autisme merupakan gangguan yang berpengaruh pada interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku seseorang.
Penderita kedua gangguan menurut masyarakat cukup melelahkan dalam segala hal.

Masyarakat selalu menganggap sama kedua gangguan tersebut. Orangtua harus bekerja ekstra untuk mengasuh anak. Namun apabila ada anak yang mengalami hiperaktivitas dan autistik bisa diatasi dengan melakukan penyesuaian kecil untuk mengasuh serta membantu anak-anak tersebut. Orangtua tentu harus mengenali gejala autis sejak dini untuk mampu membedakan dengan ADHD.

Kenali gejala anak autis dan ADHD sejak dini

Anak autistik bisa dikenali sejak dini dengan mengetahui ciri umum. Ciri umum yang sangat terlihat adalah anak yang tidak memiliki ekspresi. Anak yang normal ketika telah memasuki usia 6 bulan sudah bisa tersenyum dan berekspresi dengan mudah. Apabila sangat anak telah memasuki usia 6 – 9 bulan, orangtua perlu waspada bahwa kemungkinan anak menderita autis. Selanjutnya, anak yang telat bicara tidak selalu menjadi salah satu ciri anak mengalami autisme. Orangtua perlu mulai waspada apabila anak telah berusia satu tahun namun belum berbicara atau mengoceh.

Gejala ADHD atau hiperaktivitas sulit dikenali apabila sang anak belum berumur lebih dari 3 tahun. Ciri-ciri umum yang terlihat adalah emosi atau temperamen yang tidak teratur, melakukan aktivitas berlebihan, dan kemampuan mengontrol diri sangat sulit. Anak ADHD atau hiperaktivitas dalam edukasi cenderung lamban. Anak ADHD bermasalah dalam hal detail, selalu ingin cepat selesai, tidak suka mendengarkan orang lain, sehingga interaksi sosialnya kurang.

Cara menangani Anak Autis dan ADHD sejak dini

Anak autis dapat melakukan terapi perilaku secara rutin dan sedini mungkin. Hal ini mampu memberbaiki kemampuan komunikasi anak. Pendidikan, latihan, hingga dukungan herus tetap mengalir selama masa penyembuhan anak sehingga hasil dapat maksimal.

Penanganan yang tepat bagi anak ADHD atau hiperaktivitas adalah membuat atau mengatur jadwal di rumah. Orangtua bisa membuat jadwal bermain, makan, atau mengejakan tugas rumah, tidur, dan lain-lain. Jadwal tersebut diletakkan di tempat yang mudah terlihat oleh anak. Orangtua perlu menjelaskan segala perubahan jadwal agar anak dapat beradaptasi dan mengendalikan emosi.

Cara Tepat Memberikan Penanganan pada Orang Autis

Anak yang menderita autis belumlah tentu memiliki masa depan yang suram. Justru, jika diberikan penanganan tepat sedini mungkin, mereka bisa berkembang lebih optimal. Oleh karena itu, baik orang tua maupun anak penderita autis harus saling bekerja sama. Galilah informasi sebanyak mungkin mengenai autisme mengingat gejala autisme bisa berubah seiring perkembangan waktu. Jika terdapat perubahan, tentu cara penanganan pada orang autis juga akan berubah.

Sebelum memberikan penanganan, orang tua sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter. Mereka memiliki pengalaman di bidang medis sehingga bisa menentukan jenis penanganan yang paling sesuai. Biasanya, penanganan akan dibuat berdasarkan satu program. Tujuannya ialah agar anak bisa berkomunikasi, belajar, dan beradaptasi dengan lebih baik.

Pemberian Terapi yang Tepat

Penanganan autisme pada setiap anak cenderung bervariasi. Jadi, tidak semua pengobatan bisa berfungsi maksimal pada semua anak. Terdapat berbagai jenis terapi untuk autisme yang tersedia. Namun, orang tua haruslah jeli memilih terapi tersebut. Cari tahulah tingkat keberhasilan terapi serta dasar penelitian terapi tersebut. Sebagai masukan, berikut beberapa jenis terapi autisme yang biasa dijumpai.

  1. Terapi wicara, ialah terapi untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi

  2. Terapi okupasi, merupakan terapi untuk memperbaiki perkembangan motorik harus pada anak

  3. Terapi perilaku, terapi yang bisa meminimalisir sensitivitas anak autis terhadap cahaya, suara, dan sentuhan

  4. Terapi pendidikan, bertujuan agar penderita autis bisa lebih berkembang dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar

Peran Anggota Keluarga pada Anak Autis

Sangatlah penting untuk selalu melibatkan anak autis pada aktivitas sehari-hari. Jika terus dilibatkan, perkembangan anak akan lebih optimal. Sebab, mereka lebih terbiasa untuk berinteraksi. Namun, jangan memaksakan anak untuk berkomunikasi verbal. Jika mereka tidak mampu, gunakanlah bahasa tubuh yang cenderung lebih dimengerti anak autis.

Pemberian Vitamin Otak Untuk Anak Autis

Selain terapi, penanganan autisme juga bisa dilakukan melalui pemberian vitamin otak. Selain alami, vitamin otak juga dapat menunjang tumbuh kembang anak. Jika dikonsumsi secara rutin, gejala-gejala autisme pada anak dapat berkurang.